Selasa, 03 Mei 2011

Cerita Mimpi "Cuma Mimpi" 2

"Psikiater, untuk pengakuan seorang ayah terhadap anaknya "

Mm, mimpiku kali ini membingungkan karena dalam satu cerita terdapat 3 tokoh yang sama perannya. Awalnya aku kira ceritanya ada 2, tapi mungkin karena lupa (maklumlah mimpi) ceritanya jadi makin ngawur. Ceritanya begini :
Aku ditugaskan seorang ibu-ibu (ga tau siapa) untuk membujuk mungkin saudaranya (laki-laki) untuk mengakui anaknya yang ga tau gmana.. Lalu akupun datang ke laki-laki tersebut layaknya seorang psikiater yang membuka perasaanya. Laki-laki tersebut sudah bapak-bapak dan berbadan besar. Saya bertanya kepada dia (lupa pertanyaannya tapi pertanyaannya bagus) namun dia mengelak dan mengelak dengan berbagai alasan sehingga aku pun sulit berbicara. Setelah itu aku mengajukan pertanyaan lagi yang bersifat membandingkan, saat itu ia menjadi mugkin “terpojok” akan pertanyaan yang yang ku ajukan karena jawaban dari mulut dia mungkin berbeda dengan apa yang diinginkannya. Nah, disinilah tokoh kedua datang dia adalah temanku namanya Iben. Setelah terpojok terus dia mungkin sedikit marah. Setelah itu, akupun pergi dahulu keluar sebentar, namun ketika aku kembali dia sudah tidak ada.
Keesokan harinya di sekolah tepatnya di sebuah musola (bukan yang di sekolah) aku bertemu lagi dengan dia, tapi bukan iben malah Ardiana (ganti tokoh lagi). Disana aku membawa dia dengan ‘paksa’ untuk menjelaskan lebih lanjut. Kalau tidak salah begini “Kalau kamu tidak ingin dipanggil kakak oleh anakmu, maka kamu harus mengijinkan dia untuk menmanggil mu Ayah” (lebay ya). Dari penjelasan diatas dia tergerak hatinya sehingga dia menerima lagi anaknya, untuk langkah awal dia meminta nomor hp anaknya tersebut. Namun yang bikin ga enak adalah ketika aku membawa dia dengan paksa, teman-teman yang ada disana malah ngejekin kaya gimana gitu.. euuh..
Tapi, mendengar hal ini aku merasa berhasil sebagai pemecah masalah, hahaha..  Nah, ada yang aneh ternyata, masa Iben atau Ardiana udah punya anak sih, kan mereka masih SMA. Terus masa iya sih, ngomongin anak di sekolah ?.. hahaha aneh aneh, tapi tak apalah Namanya juga mimpi. Hahahha
Byebye.. 040511

Tidak ada komentar:

Posting Komentar